Google Classroom adalah salah satu produk Google Suite for Education. Tepat pada tanggal 15 Maret 2017, saya melihat kabar menyenangkan di blog.google, berita yang selama ini benar-benar saya tunggu sejak dua tahun lalu.

Tidak bisa mengakses? Dapatkan "Code" atau daftar di sini

Berita menyenangkan itu adalah "Google Classroom: Sekarang Terbuka Luas untuk Para Pembelajar". Ini artinya, para pembelajar seperti dosen dan mahasiswa, guru dan murid yang telah mempunyai akun Google telah bisa menggunakan Google Classroom sebagai media pembelajaran virtual.

Masa sebelum Maret 2017, entah mengapa Google begitu tertutup berbagi produknya yang satu itu secara terbuka kepada siapa saja. Padahal, produk Google lainnya begitu bebas untuk digunakan. Mereka mewajibkan, jika ingin menggunakan Google Classroom, pengguna harus mempunyai akun G-Suite yang disediakan lembaga pendidikan masing-masing. Itu masalah besar bagi para penggila dan pecinta cyber learners di negeri kita ini. Belum tentu semua sekolah dan perguruan tinggi tertarik membeli produk G-Suite-nya Google karena biayanya tergolong mahal. Jikapun telah memilikinya, para pengelola pendidikan tidak maksimal menggunakannya untuk menciptakan pembelajaran online.

Memang, cukup repot untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam mengelola Google Classroom di institusi pendidikan. Setidaknya, para pengelola harus siap untuk melayani permintaan akun baru dari para pembelajar; para tenaga pendidik harus dilatih terlebih dahulu agar bisa menggunakannya; infrastruktur teknologi informasi di institusipun harus dibenahi, tidak on-off on-off atau selalu gagal akses.

Itu dulu. Ucapkan say god bye kepada semua closed sources yang cukup mahal dan serba repot. Kini zaman open sources, banyak sumber di internet bebas digunakan. Sekarang kita para pembelajar boleh bernafas lega, dengan kebaikan hati Google dalam menyediakan Google Classroom yang telah terbuka luas penggunaannya, para pendidik dan anak didik tentu lebih mampu berinteraksi secara online tanpa harus tergantung kepada lembaga pendidikan tempat mereka berada.

Google Classroom mempunyai kelebihan cukup baik. Kemampuannya berintegrasi dengan produk Google lainnya seperti Gmail, Google Drive, Google Spreadheets, Google Form, Google Slide, Google Docs, Google Calendar, Google Groups bahkan Youtube, tentu akan menjadi pertimbangan utama para pembelajar.

Mengingat Google sebagai perusahaan internet raksasa, bisa jadi sistem manajemen pembelajaran (Learning Management System/LMS) lainnya yang telah terlebih dahulu eksis akan ditinggalkan orang jika tidak melakukan inovasi yang lebih unggul. LMS yang cukup dikenal selama ini cukup berjasa adalah seperti Moodle, Absorb, Schoology, Edmodo, dan sistem berbasis LMS yang lainnya. Berdasarkan survey dari PC Magazine pada tahun 2016 tentang The Best LMS (Learning Management Systems) for 2016, kita dapat melihat bagaimana perbandingan keunggulan dari flatform LMS tersebut. Indikatornya dimulai dari harga sampai ketersediaan mengakses dari perangkat mobile.

Mereka semua mempunyai jasa besar dalam menciptakan budaya pembelajaran online, ditambah lagi dengan kehadiran Google Classroomtentu para pecinta pendidikan online akan semakin tersenyum lebar dan merasakan kenikmatan besar dalam sharing pengetahuan di dunia maya.

Selamat berkreasi dalam pembelajaran. Salam, Dr. Azuar.

Share