Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mencari orang-orag terbaik untuk bisa menjabat sebagai ketua dan sekretaris program studi (Prodi). Itu karena prodi merupakan jantung dan ujung tombak sebuah universitas. "Pimpinan fakultas dan universitas terus melakukan penggodokan dengan pengkajian yang cukup matang, melihat kompetensi dan pengalaman calon ketua prodi. Namun aspek Al-Islam Kemuhammadiyahan merupakan kunci penting,"

kata Rektor UMSU Drs Agussani MAP usai melantik ketua dan sekretaris prodi dan kabag di lingkungan fakultas UMSU periode 2013–2017, di aula kampus, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (3/8). Dia menyatakan UMSU mengikuti perubahan mindset atau pola pikir bahwa di luar negeri peran prodi lebih besar daripada universitas atau fakultas. Sedangkan di Indonesia, fakultas masih dianggap lebih besar peranannya daripada prodi. "Dulu dalam pemilihan ketua prodi hanya menunjuk sosok orangnya tanpa melalui seleksi. Namun beberapa tahun belakangan ini mindset kita berubah, bahwa prodi adalah ujung tombak sebuah universitas," kata rektor. Rektor mengajak ketua prodi dan sekretaris prodi yang baru dilantik agar membuat program yang menyatu di tingkat fakultas. Menurutnya tugas ketua prodi bukan hanya menyusun roster semester saja, tapi juga menyusun kurikulum yang up to date. Rektor juga mengungkapkan, tantangan UMSU ke depan akan semakin berat. Sebab pada 2014 seluruh perguruan tinggi akan masuk ke gerbang akreditasi institusi. Nantinya ijazah diakui jika perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah tersebut terakreditasi institusi. Oleh karena itu pada awal 2014 UMSU akan melakukan studi banding ke sejumlah perguruan tinggi terakreditasi institusi, diantaranya Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Sebelumnya, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumut Prof Dr Ibrahim Gultom juga menyatakan jantung universitas adalah prodi.  Menurutnya kekuatan mutu universitas itu bermutu atau tidak ditentukan di prodi, sebab di prodilah didesain semua kurikulum yang akan diajarkan. Oleh karena itu kurikulum harus lebih up to date sehingga relevan dengan kebutuhan lulusan di tengah masyarakat.   Ibrahim Gultom juga mengatakan, di luar negeri kurikulum itu ujung tombak sebuah universitas. Oleh sebab itu di luar negeri orang lebih mengejar jabatan sebagai ketua prodi daripada dekan, pimpinan fakultas. Turut memberikan kata sambutan Drs Firdaus Naly, mewakili Badan Pengelola Harian (BPH) UMSU. Acara itu juga dirangkai dengan pelantikan pengurus Pusat Penelitian & Pengabdian kepada Masyarakat (P3M)  periode 2013-2015 yang diketuai Azuar Juliandi SSos SE MSi. Sedangkan ketua dan sekretaris prodi yang dilantik terdiri dari tujuh fakultas, yakni Fakultas Hukum meliputi Prodi Hukum Acara, Perdata, Pidana, Administrasi Negara, Internasional, Bisnis. Fakultas Isipol meliputi prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Administrasi Negara, Komunikasi. Fakultas Agama meliputi Prodi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, Perbankan Syarih dan Bisnis Manajemen Syariah. Fakultas Teknik meliputi Prodi Teknik Sipil, Elektro, Mesin. Fakultas Ekonomi meliputi Prodi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Manajemen Perpajakan. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan meliputi Pendidikan Akuntansi, Matematika, Kewarganegaraan, Bimbingan Konseling. Fakultas Pertanian meliputi Prodi Agrobisnis, Agroekoteknologi, Ilmu dan Teknologi Pangan. Sumber: Harian Andalas Program Studi Ujung Tombak Universitas Senin, 05 Agustus 2013 08:44

Share