Mahasiswa S1 adalah peneliti pemula. Umumnya mahasiswa merasa bingung memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan masalah penelitian. Pengetahuan yang ada selama ini masalah adalah sesuatu yang negatif atau menyimpang. Pendapat itu adalah benar, namun makna yang terlalu sempit. Lebih luas lagi, masalah bisa juga bermakna segala sesuatu yang menjadikan peneliti "tertarik" untuk menelitinya karena faktor kelangkaan, ketiadaan, keterbaharuan dan sebagainya.

 

Masalah adalah kesenjangan/gap/perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Masalah di sini bermakna sesuatu yang negatif.

  • Harapan manajer, penjualan terus menerus mengalami peningkatan, tetapi kenyataannya penjualan naik turun;
  • Harapannya atasan kinerja karyawan cukup tinggi, kenyataannya masih banyak karyawan yang berkinerja buruk;
  • Harapan konsumen produk berkualitas tinggi, kenyataannya produk banyak yang buruk kualitasnya.

Masalah dalam contoh di atas adalah sesuatu yang negatif, tidak diharapkan, tidak sesuai dengan keinginan. Oleh karenanya perlu diteliti mengapa hal tersebut terjadi.

Namun demikian, seperti dikemukakan di awal tulisan ini, konteks masalah bukanlah sesuatu yang negatif saja, masalah bisa bermakna lebih luas lagi, seperti adanya ketertarikan  bagi peneliti untuk menelitinya.

  • Peneliti tertarik meneliti masalah jejaring sosial. Peneliti tidak ingin melihat sisi negatifnya, tetapi ia begitu tertarik akan jejaring sosial yang tergolong fenomena baru dalam dunia interneti;
  • Peneliti ingin memahami bagaimana pola perilaku orang dalam memilih Android sebagai sistem operasi komputer yang bersifat open soources. Ia tidak bermaksud meneliti sisi negatifnya, tetapi ingin mengeksplorasi fenomena tersebut.

Contoh-contoh di atas juga tergolong masalah penelitian. Walaupun bukan sesuatu yang negatif, tetapi ia perlu untuk diteliti. Umumnya munculnya ketertarikan tersebut adalah karena terbatasnya informasi mengenai masalah itu. 

Apabila masalah penelitian hanya dimaknai sebagai sesuatu yang negatif/menyimpang dari yang seharusnya saja, maka penelitian tidak akan menghasilkan produk-produk yang inovatif. Walhasil, mahasiswa akan meneliti masalah-masalah yang sudah pernah diteliti oleh orang lain.

Mari kita cermati, temuan-temuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia selama ini banyak dihasilkan dari adanya inovasi masalah. Ketiadaan membuat orang melakukan penelitian. Kelangkaan membuat lahirnya produk-produk alternatif. Kingintahuan mendalam membuat munculnya informasi-informasi terbaru yang belum ada sebelumnya.

Lalu muncul pertanyaan, apakah ketiadaan, kelangkaan itu masih tergolong makna masalah yang notabene adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan? Jawabannya iya, benar. Misalnya ketiadaan, ini adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan, seharusnya sesuatu ada, tetapi kenyataannya tiada, ini menjadi masalah, dan perlu untuk diteliti agar menjadi ada.

Kelangkaan, ini adalah perbedaan antara harapan dengan kenyataan. Seharusnya sesuatu tidak langka, tetapi kenyataannya langka. Ini perlu untuk diteliti, agar kelangkaan menjadi berkurang akibat munculnya produk alternatif dari hasil penelitian.

Kesimpulannya, masalah adalah sesuatu hal negatif padahalnya seharusnya positif. Masalah adalah ketiadaan, keinginan kita seharusnya ada.   Masalah adalah kelangkaan, seharusnya tersedia selalu atau tidak langka. Masalah adalah kemunduran, seharusnya sesuatu terus mengalami kemajuan. Masalah adalah keraguan, seharusnya sesuatu itu meyakinkan, tidak menimbulkan tanda tanya iya atau tidak, benar atau salah, tinggi atau rendah.

Tulisan ini diizinkan untuk di-download, dikutip atau digunakan untuk keperluan ilmiah jika Anda telah mengisi form komentar di bawah ini.

Share